“Your customers are not your customers. You are merely their caretaker until one of your competitors can provide and communicate a better offer” (Berson et al., 1997)

Kalimat tersebut membuat kita sadar, bahwa di era informasi saat ini persaingan yang ada benar-benar bertambah ketat. Kini perusahaan menyadari bahwa untuk dapat tetap kompetitif, mereka harus dapat memahami Customer mereka serta merespon keinginan mereka dengan cepat dan lebih baik. Namun hal tersebut menjadi lebih sulit, dikarenakan bertambah kompleksnya situasi yang dipicu oleh bertambahnya customer serta produk dan berkurangnya waktu untuk bereaksi. Belum lagi berkembangnya teknologi, seperti Internet, membuat kompetisi semakin global dan perusahaan harus bergerak semakin cepat. Atas dasar itulah banyak perusahaan menggunakan tools dan metode terbaru untuk memperbaiki customer service yang ada serta mengurangi cost, salah satunya melalui sistem pengkoleksian dan analisis data yang biasa disebut Organizational Data Mining.

Data Mining- Background Story

Dahulu proses analisis data dilakukan melalui survey pasar dengan menghabiskan waktu dan effort yang cukup besar. Hal tersebut dikarenakan keseluruhan proses dilakukan secara manual oleh karyawan perusahaan. Belum lagi kurangnya akurasi data, dikarenakan human error serta terbatasnya kemampuan karyawan, membuat proses analisis data semakin sulit untuk dilakukan.

Kini dengan berkembangnya teknologi, perusahaan dapat melakukan proses tersebut lebih cepat. Adanya automasisasi yang dilakukan oleh teknologi dapat mempercepat proses dan juga mengurangi pekerjaan karyawan. Belum lagi dengan semakin berkurangnya harga untuk data storage semakin memotivasi perusahaan untuk mengumpulkan data. Ditambah dengan adanya internet, perusahaan kini dapat mengkumpulkan data dan melihat pattern-pattern pada user tanpa sepengetahuan user.

What Company Get?

Dengan menggunakan data mining, perusahaan dapat melihat kecenderungan-kecenderungan dari Customer sehingga ia bisa memfokuskan marketing maupun advertisingnya. Perusahaan juga dapat melihat produk-produk mana saja yang menarik bagi Customer, sehingga ia dapat menentukan strategi ke depan mengenai produk tersebut. Sebagai contoh adalah fitur Recommended Book pada Amazon.com yang menggunakan data mining untuk mengajukan buku mana yang mungkin Customer akan tertarik untuk membelinya (Information and Privacy Commissioner, 1998).

Contoh lain adalah penggunaan data warehouse untuk mendeteksi customer buying pattern pada tiap supermarket Wal Mart. Hal tersebut memungkinkan Wal Mart untuk menyediakan supply yang berbeda bagi tiap supermarketnya, berdasarkan barang yang paling disukai masing-masing customernya (Information and Privacy Commissioner, 1998).

Dengan menggunakan data mining, perusahaan dapat menentukan strategi apa yang tepat untuknya. Strategi tersebut kemudian dapat diimplementasikan dengan service yang lebih baik kepada customer, promo yang sesuai dengan harapan customer, maupun pengembangan product berdasarkan tren pembelian customer. Semua hal tersebut dapat menambah loyalitas konsumen kepada perusahaan dan juga menambah jumlah pelanggan baru yang mengakibatkan bertambahnya revenue perusahaan.

Dan kata-kata Berson di awal pun kini berubah:

“Your customers are always your customers, because you always communicate a better offer- and that’s can happen by using data mining”

Kalimat tersebut membuat kita sadar, bahwa di era informasi saat ini persaingan yang ada benar-benar bertambah ketat. Kini perusahaan menyadari bahwa untuk dapat tetap kompetitif, mereka harus dapat memahami Customer mereka serta merespon keinginan mereka dengan cepat dan lebih baik. Namun hal tersebut menjadi lebih sulit, dikarenakan bertambah kompleksnya situasi yang dipicu oleh bertambahnya customer serta produk dan berkurangnya waktu untuk bereaksi. Belum lagi berkembangnya teknologi, seperti Internet, membuat kompetisi semakin global dan perusahaan harus bergerak semakin cepat. Atas dasar itulah banyak perusahaan menggunakan tools dan metode terbaru untuk memperbaiki customer service yang ada serta mengurangi cost, salah satunya melalui sistem pengkoleksian dan analisis data yang biasa disebut Organizational Data Mining.