Have you ever watch enemy of the state? Di film tersebut Will Smith, sang aktor utama, dikejar-kejar oleh pemerintah Amerika (NSA) karena mengetahui sebuah skandal yang dilakukan petinggi NSA. Namun hal yang patut kita perhatikan sebagai insan technology adalah surveillance tools yang digunakan untuk menemukan Will Smith, mulai dari satelit hingga kamera-kamera yang ada di toko bisa diakses oleh pemerintah AS.

Dan ternyata, berdasarkan sebuah jurnal yang saya baca, alat mata-mata bagi pemerintah pun berkembang pesat, khususnya di bidang IT. Tercatat beberapa alat yang pernah digunakan pemerintah AS dalam melakukan kegiatan surveillance, yakni:

Carnivore

Carnivore adalah sebuah software yang dibuat oleh FBI untuk memonitor aktivitas illegal pada internet. Carnivore bekerja dengan memeriksa seluruh paket-paket IP yang beredar melalui jaringan Ethernet. Paket-paket tersebut kemudian dideteksi apakah mengandung keyword atau parameter tertentu, sesuai yang ditentukan FBI. FBI menyebut kemampuan Carnivore itu dengan istilah Surgical Ability.

Namun surgical ability ini masih menjadi tanda tanya besar, karena beberapa pihak yang sudah mengaudit carnivore, seperti Illinois Institute of Technology Research Institute (IITRI), AT&T Laboratories, serta University of Pennsylvania masih meragukan Surgical Ability dari Carnivore.

DIRT

Dirt adalah sebuah Trojan Horse (program yang menginfeksi komputer tanpa user permission) yang memiliki kemampuan untuk memonitor dan meng-intercept data pada semua PC dengan OS Windows. Saat sistem ini masuk ke dalam PC korban, maka sang pengguna dapat memonitor 100 persen resource yang ada pada PC tersebut (Schwartau, 1998). Perusahaan pembuatnya,  CODEXDataSystem, mengklaim bahwa jika anda memiliki PC di rumah dengan OS Windows maka sangat kecil kemungkinan anda bebas dari DIRT.

Echelon

Echelon adalah alat mata-mata yang dahulu digunakan pemerintah Amerika bersama sekutunya, yakni Inggris, Kanada, dan New Zealand, dalam perang dingin (Cold War). Echelon bekerja dengan menggunakan berbagai fasilitas mulai dari satelit, pesawat terbang, kapal, radar, hingga alat interceptor komunikasi yang tersebar di seluruh dunia. Echelon bahkan dipercaya bisa menyadap seluruh sambungan telepon internasional, faks, e-mail, dan juga transmisi radio.

Karena kemampuannya yang tinggi dalam melakukan penyadapan, membuat Echelon mudah disalahgunakan untuk kepentingan-kepentingan tertentu. Sebagai contoh pemerintah Kanada pernah menggunakan Echelon untuk menyadap kedutaan Amerika di Ottawa. Dari hasil penyadapan tersebut, Kanada mengetahui adanya penundaan perjanjian dagang senilai 2.5 Milyar US$ antara Amerika dengan Cina. Akhirnya pemerintah Kanada memutuskan untuk menggunakan informasi tersebut dan mengambil proyek itu dari Amerika.

Tempest

Tempest adalah salah satu program pemerintah AS, yang dibuat berdasarkan prinsip bahwa seluruh alat elektronik memancarkan radiasi elektromagnetik level rendah yang bisa ditangkap dan kemudian ditampilkan. Tidak ada cara untuk mendeteksi apakah Tempest sedang melakukan proses penyadapan pada sebuah alat, dan hal tersebutlah yang membuat dewan pengadilan Amerika susah untuk membawanya ke meja hijau jika terjadi penyalahgunaan dengan alat tersebut.

Setelah mengetahui itu semua, saya sendiri jadi membayangkan. Jangan-jangan ketika saya mengetik blog ini, sudah ada agen NSA di luar sana yang sedang mengawasi.

Selama pihak berwajib yang menggunakan alat tersebut adalah orang yang lurus dan benar, kita masih bisa yakin bahwa data-data kita tidak akan disalahgunakan. Tapi bagaimana jika terjadi hal yang sama seperti Enemy of The State, dimana sang pemimpin NSA ternyata adalah otak pembunuhan dari anggota Dewan?

Siapa yang akan mengawasi orang-orang yang mengawasi dan memata-matai kita (NSA, FBI, dsb)? Dan siapa orang yang akan mengawasi sang pengawas tersebut?